Kades Sumber Sari Ikuti Bimtek Pengelolaan Infrastruktur Air Limbah Domestik
- Sep 14, 2024
- Alif Mustofa
- Berita Desa, Berita Kabupaten
Pemdes, Sumber Sari – Kepala Desa Sumber Sari, Tahyatul Abidin menghadiri Undangan Bimbingan Teknis Pengelolaan Infrastruktur Air Limbah Domestik Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada 10-13 September 2024 bertempat di Grand Jatra Hotel Balikpapan. Kegiatan ini digawangi oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur (PUPR Pera Kaltim).
Kepala PUPR Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda menyampaikan bahwa air limbah domestik adalah air buangan yang berasal dari aktivitas sehari-hari manusia di rumah tangga, perkantoran, bangunan perdagangan, dan sarana sejenis. Air limbah domestik dapat membahayakan makhluk hidup dan merusak lingkungan hidup. Contoh air limbah domestik adalah: Air bekas mandi, Air bekas mencuci baju, Air bekas mencuci peralatan makan, Sisa makanan berwujud cair, Kotoran manusia.
“Air limbah domestik perlu dikelola dengan baik karena dapat mengandung bahan kimia seperti detergen, sabun mandi, dan minyak. Jika dibuang ke sungai tanpa pengolahan, air limbah domestik dapat mendangkalkan sungai dan menurunkan kualitas airnya,” tuturnya.
Untuk mengolah air limbah domestik, digunakan bangunan air yang disebut Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD). Hal ini termasuk melaksanakan pembangunan Jaringan Perpipaan Air Limbah (IPAL) 1 dan 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara (KIPP IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.
Proyek tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dari Kementerian PUPR. PSN ini bertujuan untuk mendukung pengembangan infrastruktur dasar di ibu kota baru, khususnya dalam hal pengelolaan air limbah yang ramah lingkungan. "Diharapkan proyek ini dapat meningkatkan sistem sanitasi dan kesehatan lingkungan di Ibu Kota Nusantara, juga daerah sekitarnya" ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PUPR Pera Kaltim sekaligus mengajak Pemerintah Desa menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
”Pelayanan sanitasi yang berhasil merupakan salah satu tujuan global pembangunan di dunia. Sejalan dengan hal tersebut, program-program sanitasi, khususnya pengelolaan prasarana air limbah telah diupayakan pemerintah di tingkat pusat dan daerah, dengan menitikberatkan pelibatan masyarakat secara aktif, mulai dari perencanaan sampai dengan pemeliharaan prasarana. Untuk meningkatkan akses layanan sanitasi, Kabupaten PPU merupakan salah satu daerah yang telah berpartisipasi dalam program sanitasi berbasis masyarakat,” ungkapnya. [ALIF]