Tekan Kerugian dan Tingkatkan Mutu Produk Pertanian, Pemdes Sumber Sari Ikuti Bimtek Penyegaran Pemanfaatan Prasarana Pascapanen & Pengolahan Hasil Hortikultura

  • Oct 08, 2025
  • Alif Mustofa
Lokasi Kegiatan: Babulu
Tanggal Kegiatan: Oct 01, 2025 s/d Oct 02, 2025

Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur melalui Bidang Produksi Hortikultura secara proaktif menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Bimtek Penyegaran Pemanfaatan Prasarana Pasca Panen dan Pengolahan Hortikultura untuk puluhan kelompok tani di wilayah tersebut. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas dan menekan kerugian hasil panen.

​Pada Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, dalam sambutannya menekankan bahwa Bimtek ini sangat krusial mengingat bantuan alsintan pasca panen yang telah disalurkan pemerintah harus digunakan secara optimal.

​"Panen raya seharusnya menjadi momentum sukacita, bukan awal dari kerugian. Data menunjukkan food loss (kehilangan hasil) pasca panen masih tinggi. Oleh karena itu, Bimtek ini adalah kunci," ujarnya. "Dengan penguasaan teknologi yang benar, kita bisa menyelamatkan hasil panen dan meningkatkan nilai jualnya."

​Para petani dan operator alat pasca panen diberikan materi intensif yang mencakup dua aspek utama:

​Teknis Operasional: Peserta diajarkan cara mengoperasikan mesin pasca panen seperti power thresher (perontok padi), alat pengering, hingga rice milling unit (penggilingan padi) secara benar dan efisien, yang terbukti dapat mempercepat proses kerja dan mengurangi susut hasil.

​Pemeliharaan dan Perawatan (Maintenance): Materi ini penting untuk memastikan alsintan memiliki umur pakai yang panjang. Peserta dibekali pengetahuan tentang perawatan rutin, identifikasi kerusakan minor, dan cara perbaikan dasar, sehingga alat selalu siap digunakan pada musim panen.

​Kegiatan Bimtek ini juga selaras dengan komitmen PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam memastikan ketersediaan pangan dengan mutu yang terjamin.

​Salah satu perwakilan kelompok tani mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Kami sering khawatir kalau alat bantuan cepat rusak atau hasil panennya kurang bersih. Setelah ikut Bimtek, kami jadi lebih percaya diri mengoperasikan dan merawat mesin. Ini jelas akan meningkatkan pendapatan kami," katanya.

​Dinpertan PPU berharap, melalui Bimbingan Teknis yang rutin dilaksanakan, seluruh petani di Kabupaten PPU dapat bertransformasi menjadi petani yang mahir teknologi, mandiri, dan mampu bersaing dengan produk pertanian modern. [ALIF]